
Selasa 27 mei 2025
Sekolah Vokasi IPB University meresmikan Program Studi D4 Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih (PTB) melalui kegiatan Kick Off Perakitan Varietas dan Produksi Benih yang digelar pada Selasa (27/5/2025) di Kawasan Greenhouse SV-IPB. Acara ini menjadi tonggak awal implementasi program studi baru yang berfokus pada penyediaan varietas unggul dan benih bermutu sebagai solusi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sebagai bentuk nyata peluncuran program tersebut, dilakukan penanaman perdana varietas hortikultura unggulan di lahan Smart Farming Open Field 2.0, sistem pertanian presisi berbasis teknologi yang kini menjadi salah satu andalan inovasi terapan SV IPB.
Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Aceng Hidayat menyampaikan bahwa IPB University merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang secara konsisten fokus pada pertanian. Menurutnya, peran Sekolah Vokasi diarahkan untuk memperkuat sisi hilir dari sektor pertanian nasional.
“Sekolah Vokasi diarahkan untuk praktik langsung yang menunjang hilirisasi bidang pertanian dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Dr. Aceng.

Dr. Aceng menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan harus diawali dari hulu yang kuat, yakni tersedianya varietas unggul dan penyediaan benih bermutu secara terintegrasi. “Untuk mencapai swasembada pangan, kita harus mulai dari hulu yang kuat, yaitu varietas unggul dan benih bermutu,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Muhammad Syukur menyatakan bahwa pembukaan Program Studi PTB menjadi momentum penting, mengingat sebelumnya program ini sempat vakum. Prof Syukur menekankan bahwa PTB SV IPB adalah satu-satunya program sarjana terapan di dunia yang secara khusus fokus pada pemuliaan tanaman dan teknologi benih.
“Program PTB telah lama tertidur. Begitu dibuka kembali, semua stakeholder menyatakan kesiapan untuk mendukung dan berkolaborasi,” ujarnya.

Lebih Lanjut Prof Syukur menyampaikan optimismenya terhadap masa depan program ini, mengingat keterlibatan para pakar dan fasilitas yang tersedia di SV IPB. “Ini adalah satu-satunya Program Sarjana Terapan di dunia di bidang ini. Tentu menjadi peluang besar untuk menjadi pionir,” ungkap Prof. Syukur.
Ketua acara yang sekaligus Dosen PTB, Dr. Zulfikar Damaralam Sahid menyampaikan bahwa sebagai simbol dimulainya kegiatan perakitan varietas, SV IPB melakukan penanaman 10 bibit cabai rawit merah varietas BONITA IPB. Varietas ini, menurutnya, memiliki daya saing tinggi dan produktivitas yang mampu menyaingi varietas komersial di pasar. Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini telah ditanam sebanyak 1.100 tanaman cabai BONITA IPB dalam sistem Smart Farming Open Field 2.0.
“Cabai rawit varietas BONITA IPB ini merupakan varietas unggul karya IPB yang sudah terbukti secara performa mampu bersaing, bahkan melebihi varietas lain di pasaran. Saat ini kita sudah menanam lebih dari seribu tanaman di lahan smart farming SV,” ujar Dr. Zulfikar.
Lebih lanjut, Dr. Zulfikar juga menyoroti pengembangan tomat varietas TORA IPB sebagai bagian dari program pemuliaan tanaman adaptif dataran rendah yang tahan terhadap virus. Ia menjelaskan bahwa varietas ini merupakan hasil karya tim Prof. Dr. Muhammad Syukur dan kini dikembangkan lebih lanjut oleh tim dosen dan peneliti SV IPB di bawah koordinasinya.
“Tomat TORA IPB adalah satu-satunya varietas tomat dari IPB untuk dataran rendah yang tahan virus. Saat ini kami melanjutkan proses pemuliaannya agar ke depan IPB memiliki lebih banyak varietas tomat unggul,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, seperti Dewan Pakar Asosiasi Benih Indonesia, Ketua Umum Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia, jajaran pimpinan SV-IPB, ketua dan sekretaris program studi, mahasiswa dari Program Studi Teknologi Industri Benih (TIB), serta perwakilan dari BEM, DPM, teknisi, dan pengelola sarana prasarana.
Lebih lanjut, pengembangan program perakitan varietas tomat saat ini memanfaatkan 30 genotipe koleksi IPB sebagai tetua. Greenhouse SV-IPB yang memiliki kapasitas 500 tanaman diharapkan dapat menghasilkan varietas-varietas baru yang adaptif, unggul, dan berdaya saing tinggi.
Melalui kegiatan ini, SV-IPB menegaskan komitmennya dalam memajukan pendidikan vokasi yang aplikatif dan berbasis inovasi teknologi. Harapannya, inisiatif seperti ini dapat berkontribusi signifikan terhadap sistem pertanian nasional yang berkelanjutan dan mandiri. (PTB/ASW)

