Sekolah Vokasi IPB University Kembali Gelar FGD Penyusunan Naskah Akademik Magister Terapan Agribisnis Berkelanjutan

12 Juni 2025

Bogor, Kamis (12/6) — Sekolah Vokasi IPB University menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Tahap 2 dalam rangka penyusunan Naskah Akademik Program Studi Magister Terapan Manajemen Agribisnis Berkelanjutan di IPB International Convention Centre (ICC). Kegiatan ini mengusung tema “Leading Innovation for Sustainable Agribusiness Excellence”, dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari dunia akademik, industri, hingga lembaga internasional.

Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T., menyatakan bahwa pembentukan program ini menjadi langkah penting dalam merespons isu agribisnis berkelanjutan. “Kita ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya piawai dalam bisnis pertanian, tetapi juga memiliki ideologi kuat tentang keberlanjutan. Ini yang membedakan prodi ini dengan yang lain,” ujar Dr. Aceng.

Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, SE., M.Si., menyebutkan bahwa pendirian program ini bersifat strategis dan visioner. “Program ini akan menjadi pusat pembelajaran dan transformasi menuju sistem pangan yang adil dan berkelanjutan. Kami ingin menghasilkan profesional yang paham keberlanjutan dan teknologi,” katanya.

Prof. Dr. Akhmad Fauzi, Guru Besar Ekonomi Sumberdaya Alam IPB, menekankan pentingnya pendekatan Outcome-Based Education (OBE). “OBE bukan soal proses belajar, tapi hasil nyata—pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Kita harus menjadi institusi tipe ‘beaver’: kreatif dan adaptif,” tegasnya.

Dr. Haskarlianus Pasang, Head of Operations Sustainability PT SMART Tbk, menguraikan bahwa industri kelapa sawit menuntut lulusan dengan literasi digital dan keberlanjutan. “Lulusan magister terapan harus jadi ‘contemporary managers’—paham teknologi, punya kepemimpinan yang berimbang, dan mampu berinteraksi dengan komunitas,” jelasnya.

Dari lembaga internasional, Aryo Gustomo dari RSPO menyoroti kompetensi keberlanjutan sebagai pilar karier masa depan. “Mahasiswa harus menguasai people, planet, and prosperity. Kita butuh lulusan yang paham konflik sosial, mampu ukur dampak lingkungan, dan bisa dorong produktivitas secara etis,” ucap Aryo.

FGD juga menghadirkan AA Gede Agung Wedhatama P., M.ENG dari Bali Organik Subak (BOS), yang menekankan pentingnya kontekstualisasi lokal dalam kurikulum. “Pertanian masa depan harus terhubung dengan digitalisasi, budaya lokal, dan orientasi ekspor. Kita butuh lulusan yang bisa merancang model bisnis desa berbasis teknologi,” ungkapnya.

Freddy Firmansyah, MBA, MSc, dari Bank Indonesia, menyoroti pentingnya kesiapan SDM dalam transisi ekonomi hijau. “Circular economy akan jadi fondasi ekonomi masa depan. Lulusan harus mampu menciptakan solusi berbasis ekologi dan bisnis seperti BSF atau eco-fashion yang bernilai tambah,” jelas Freddy.

Saat ini, Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University tengah mematangkan rencana pendirian Program Magister Terapan sebagai wujud transformasi pendidikan vokasi menuju jenjang yang lebih tinggi dan relevan dengan kebutuhan zaman. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen SV IPB dalam menghadirkan pendidikan terapan yang unggul, berorientasi solusi, dan siap mencetak pemimpin agribisnis berkelanjutan masa depan. (MAB/ASW)

Alamat & Kontak

KAMPUS BOGOR – Jl. Raya Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat 16128

KAMPUS SUKABUMI – Jl. Sarasa No. 45, Babakan, Kec. Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43142

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare