
Bogor, 9 Juli 2025 — Sekolah Vokasi IPB University menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Dosen bertajuk “Penguatan Kompetensi Dosen dalam Mendorong Pembelajaran Vokasional yang Relevan dan Kontekstual” di IPB International Convention Center (IICC), Rabu (9/7). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi pendidikan vokasi agar lebih adaptif, relevan, dan berdampak nyata terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (IDUKA).
Workshop ini diikuti oleh seluruh dosen Sekolah Vokasi IPB dan menghadirkan narasumber nasional seperti Dr. Wikan Sakarinto, Dr. Abdul Malik, dan Endang Sulastri, S.Sos., MPP. Narasumber membahas bagaimana mengubah mindset dosen dari pendekatan akademik konvensional menjadi pendekatan vokasional yang berbasis pengalaman, inovasi, dan kolaborasi industri.
Dalam sambutannya, Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Aceng Hidayat, menegaskan pentingnya pergeseran paradigma pendidikan vokasi di tengah disrupsi teknologi dan perubahan kebutuhan industri. Menurutnya, pendidikan vokasi tidak lagi cukup hanya menekankan teori, tetapi harus berbasis praktik, pengalaman, dan kemitraan nyata dengan dunia industri.
“Pendidikan vokasi tidak boleh hanya menjadi jalur alternatif, tetapi harus menjadi jalur utama dalam mencetak SDM unggul dan adaptif. Kita harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan peluang kerja,” ujar Dr. Aceng.
Dr. Aceng menambahkan bahwa dosen vokasi masa kini harus mengambil peran lebih besar sebagai inovator, kolaborator, dan fasilitator. Dalam pandangannya, dosen tidak lagi cukup berdiri di depan kelas sebagai pengajar semata, tetapi harus menjadi perancang pengalaman belajar yang kontekstual dan berdampak.
“Kita sedang merancang masa depan pendidikan vokasi. Masa depan itu dimulai dari bagaimana dosen berpikir, berinteraksi, dan menciptakan pembelajaran yang bermakna,” lanjut Dr. Aceng.
Dr. Aceng menekankan bahwa implementasi Tefa dan PBL harus menjadi komitmen bersama di seluruh program studi. “Kami ingin setiap dosen mampu menghadirkan dunia industri ke dalam kelas, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi mengalami dunia nyata secara langsung,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara dosen dan para praktisi industri untuk berbagi praktik baik dan merancang strategi kolaboratif. Transformasi ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang diusung oleh Kementerian Pendidikan, yang mendorong pendidikan vokasi agar berkontribusi nyata dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (ASW)
