
22 Agustus 2025
Bogor — Sekolah Vokasi IPB University dan Gravfarm Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat karakter IPB University sebagai pelopor inovasi untuk solusi berkelanjutan melalui program pelatihan intensif “Coffee from Beans to Cups”. Program ini dirancang untuk mencetak generasi profesional baru di bidang kopi, dengan materi praktik yang padat dan langsung menyentuh industri.
Program yang diselenggarakan mulai Jumat (22/8), bertempat di Gedung Teaching Industry SV-IPB ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pascaperesmian Teaching Factory (TEFA) Kopi SV-IPB oleh Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, pada April lalu. Pelatihan dengan topik “Coffee from Beans to Cups” menghadirkan sesi-sesi pelatihan yang komprehensif mulai dari roasting, cupping, hingga espresso dan rantai pasok kopi.
Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, pelaku UMKM, dan pecinta kopi profesional turut ambil bagian dalam program ini. Mereka akan menjalani empat hari pelatihan intensif yang terbagi dalam materi: Roasting Fundamental, Basic Sensory & Cupping, Basic Barista, serta Coffee Chain & Pascapanen.
Firman Muhammad Basar, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Manajer Teaching Factory SV-IPB menyampaikan bahwa program ini bukan hanya untuk mengenalkan kopi dari sisi kenikmatannya saja, melainkan membentuk kompetensi yang dibutuhkan di industri.
“Ini bukan sekadar pelatihan kopi biasa. ‘Coffee from Beans to Cups’ adalah platform untuk membekali peserta dengan keterampilan langsung dari industri, mereka belajar dari nol, lalu menguasai semua proses hingga bisa menyajikan kopi secara profesional,” ujar Firman.
Program ini merupakan kolaborasi antara SV-IPB, Gravfarm Indonesia sebagai mitra pengembangan TEFA di SV IPB dan WE Coffee Roaster. Dalam sambutannya, CEO Gravfarm Indonesia, Yugian, menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah langkah strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul untuk industri kopi nasional.
“Pelatihan ini adalah fondasi penting. Melalui praktik langsung, peserta akan paham bagaimana kualitas kopi terbentuk. Konsepnya sederhana: belajar langsung dari ahlinya, dengan standar industri. Ini akan jadi model pembelajaran yang terus kami kembangkan,” ujar Yugian.

Lebih lanjut Lucy dari Gravfarm Indonesia menyebut bahwa program ini terbuka untuk umum dengan biaya yang sangat terjangkau. “Kami ingin membuka akses pelatihan kopi profesional untuk siapa saja yang serius ingin masuk ke industri ini,” ungkapnya.
Trainer utama dalam pelatihan ini adalah Wiliam Edison, tokoh yang dikenal sebagai inovator mesin roasting kopi terjangkau, sekaligus CEO WE Coffee Roaster dan penulis buku “Master Roasting Coffee”. Dalam paparannya, Wiliam menekankan pentingnya memahami kopi sebagai ilmu yang membutuhkan ketelitian dan pengalaman.
“Industri kopi itu sangat teknikal dan dinamis. Di sini, peserta tidak hanya akan belajar menyeduh, tapi juga bagaimana memahami karakter biji kopi, reaksi selama roasting, dan bagaimana menyusun profil rasa. Itu semua harus dikuasai jika ingin jadi profesional sejati,” jelas Wiliam Edison.
Program ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengintegrasikan praktik langsung dengan alat industri, modul eksklusif, hingga pendampingan langsung. Peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan dan akses langsung pada jejaring industri kopi nasional.

Setelah sesi pengenalan pemateri dan pembukaan resmi, pelatihan dimulai dengan praktik Roasting Fundamental. Seluruh peserta tampak antusias dan terlibat aktif dalam setiap tahapan pelatihan.
“Coffee from Beans to Cups” menjadi tonggak penting dalam strategi SV-IPB menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil industri. Program ini akan terus dilanjutkan secara berkala sebagai bagian dari Teaching Factory berbasis kopi yang berbasis inovasi dan kolaborasi nyata. (ASW)
