Program Dosen Pulang Kampung IPB University Tingkatkan Kapasitas Masyarakat Barru Sulawesi Selatan Lewat Pelatihan GMP Olahan Ikan

27 Juni 2025
BARRU – Dosen Sekolah Vokasi (SV) IPB University melaksanakan program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2025 berupa pelatihan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) bagi masyarakat Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan pada Kamis–Jumat (26–27/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk olahan ikan serta memperkuat daya saing usaha kecil melalui praktik pengolahan yang higienis, aman, dan sesuai standar.
Pelatihan berlangsung di kediaman Ketua RT 01 Kelurahan Mallawa dan diikuti oleh 35 peserta, mayoritas ibu rumah tangga, dengan melibatkan juga perwakilan Desa Nepo dan Kelurahan Topporeng. Hadir pula perangkat kelurahan serta kepala lingkungan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat.
Ketua tim, Nurlela, M.S.P., M.Si. (Prodi Manajemen Agribisnis), menyampaikan bahwa pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah dapat menjadi identitas khas daerah. “Kami berupaya berbagi pengetahuan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Barru memiliki potensi besar bahan baku ikan untuk diolah menjadi produk khas seperti abon, bakso, hingga ikan teri kemasan. Jika didukung bersama, produk-produk ini bisa menjadi oleh-oleh unggulan Kabupaten Barru yang berstandar pabrik dan layak edar hingga pasar nasional,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari FGD dengan perangkat kelurahan, sosialisasi program, hingga pelatihan teknis. Peserta tidak hanya diajarkan pengolahan, tetapi juga strategi kemasan, perbaikan desain, serta pemanfaatan media sosial untuk pemasaran.
Made Gayatri Anggarkasih, S.T.P., M.Si salah satu tim yang hadir dari Prodi Supervisor Jaminan Mutu Pangan menekankan pentingnya sanitasi dan higiene dalam produksi pangan. Ia mengingatkan bahwa “kebersihan menjadi kunci utama agar produk UMKM dapat diterima konsumen. Inovasi kemasan juga menentukan umur simpan dan citra produk di pasar.”
Sementara itu Eka Merdekawati, S.E., M.Ak. dosen Prodi Akuntansi, memberikan pemahaman terkait penghitungan harga pokok. Menurutnya, banyak pelaku usaha kecil belum memperhitungkan biaya produksi dengan tepat. “Penentuan harga pokok yang benar akan membantu UMKM terhindar dari kerugian sekaligus memastikan usaha berkelanjutan,” jelasnya
Andini T. Tunggadewi, S.E., M.Si. dosen Prodi Teknik dan Manajemen Lingkungan mengenalkan inovasi pengelolaan limbah. Ia menyampaikan bahwa sisa olahan ikan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair sehingga tidak menimbulkan pencemaran dan sekaligus bernilai ekonomi.

Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan ini. Perwakilan warga, Muneng, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur mendapatkan ilmu langsung dari IPB University. Kini kami tahu bagaimana memproduksi sesuai standar, mengemas dengan menarik, dan memasarkan lewat media sosial. Pengetahuan ini sangat bermanfaat bagi UMKM baru maupun yang sudah berjalan,” tuturnya.
Kegiatan Dospulkam 2025 ini menjadi wujud nyata kontribusi SV IPB University dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Melalui pelatihan olahan ikan berbasis GMP, masyarakat Barru didorong tidak hanya menghasilkan produk aman dan berkualitas, tetapi juga mempraktikkan usaha berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Sebagai Kampus Pelopor Inovasi untuk Solusi Berkelanjutan, IPB University terus menguatkan peran dosen dan mahasiswa dalam mendampingi masyarakat desa dan daerah pesisir. Program seperti ini diharapkan menjadi inspirasi untuk melahirkan produk unggulan lokal yang berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun global. (ATD)
