
26 September 2025
Sebagai kampus pelopor inovasi untuk solusi berkelanjutan, IPB University melalui Program Studi Manajemen Agribisnis (MAB), Sekolah Vokasi, kembali hadir mendampingi masyarakat. Tim dosen MAB melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Terpusat dan Terpadu di Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, Jumat (26/9), dengan tema “Sosioentrepreneur dalam Membangun Ketahanan Pangan Keluarga di Kelurahan Mulyaharja.”
Kegiatan yang dipusatkan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Ciharashas ini diikuti ibu-ibu RW 01 dengan antusias. Peserta mendapat pelatihan komprehensif, mulai dari pemahaman manfaat dan fungsi branding, perhitungan harga jual dan pencatatan keuangan sederhana, hingga praktik pemasaran menggunakan WhatsApp Business. Hadir sebagai narasumber Nara sumber untuk pemateri branding adalah HRD PT Perfety Indonesia (Agus Muslih, STP., CT), narasumber keuangan dosen MAB Liisa Firhani R., SP., M.Si dan Hani Fitria R, SE., MM., M.Ak, dan narasumber digital marketing dosen MAB Ayutyas Sayekty, SE., M.Si.
Narasumber branding, Agus Muslih, STP., CT., menekankan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya berkesinambungan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Branding tidak hanya soal memperkenalkan produk, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa membangun nilai tambah dari produk yang mereka hasilkan. Dengan pengemasan, promosi, dan pencatatan yang baik, usaha kecil akan lebih siap bersaing,” ujar Agus Muslih.
Ia menambahkan, branding dapat dimulai dari langkah sederhana seperti memanfaatkan media sosial pribadi.
“Cukup dengan memposting aktivitas sehari-hari terkait usaha atau produk di media sosial, masyarakat bisa membuat produk lokal lebih dikenal luas. Jika dilakukan rutin dan konsisten, masyarakat akan tahu bahwa Mulyaharja punya produk yang bagus dan layak dijual,” jelasnya.
Dosen MAB, Liisa Firhani R., SP., M.Si., menekankan bahwa pencatatan keuangan yang baik menjadi fondasi keberlanjutan usaha. Ia menilai bahwa masih banyak pelaku usaha yang mengabaikan hal ini, padahal sangat penting untuk melihat perkembangan usaha dari waktu ke waktu.
“Pencatatan pengeluaran dan pemasukan adalah hal mendasar. Dengan data keuangan, pelaku usaha bisa tahu sejauh mana usahanya tumbuh dan langkah apa yang harus diambil untuk berkembang,” ujar Liisa.
Sementara itu, Hani Fitria R., SE., MM., M.Ak., menyoroti pentingnya membangun kesadaran tentang perhitungan harga jual produk. Menurutnya, pemahaman ini akan membantu masyarakat mengelola usaha dengan lebih profesional.
“Menghitung harga jual secara benar akan membuat usaha lebih sehat. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya berproduksi, tetapi juga tahu bagaimana menjaga keberlanjutan usaha melalui perhitungan yang tepat,” ungkap Hani.
Sedangkan Ayutyas Savetky, SE., M.Si., memperkenalkan peserta pada strategi pemasaran digital, khususnya melalui WhatsApp Business. Ia menekankan bahwa teknologi ini sangat praktis untuk digunakan dalam skala usaha rumah tangga.
“WhatsApp Business memberi kemudahan melalui fitur balasan otomatis. Dengan ini, pelaku usaha bisa lebih cepat merespon pelanggan, sekaligus mengelola komunikasi pemasaran dengan lebih efisien,” jelas Ayutyas.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi serta mencoba praktik langsung bersama dosen dan mahasiswa pendamping. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat masyarakat Mulyaharja untuk belajar sekaligus berkontribusi menjaga ketahanan pangan keluarga.
Melalui kegiatan ini, tim dosen MAB Sekolah Vokasi IPB University tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan semangat sosioentrepreneur kepada warga. Harapannya, program ini dapat menjadi role model penguatan kapasitas ekonomi masyarakat Mulyaharja, dimulai dari RW 01 dan berkembang ke wilayah lain di Kelurahan Mulyaharja. (MAB)
