
Kamis 9 Oktober 2025
Sebagai bagian dari komitmen IPB University sebagai kampus pelopor inovasi untuk solusi berkelanjutan, Program Studi Akuntansi Sekolah Vokasi IPB menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Akuntansi Dasar dan Penyusunan Laporan Keuangan dalam Meningkatkan Kompetensi UMKM Desa Wisata Mulyaharja”, Kamis (9/10), di Agro Edu Wisata Organik (AEWO), Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Terpusat dan Terpadu SV IPB Tahun 2025 yang berfokus pada penguatan literasi keuangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis desa wisata.
Pelatihan dibuka oleh Drs. Iman Firmansyah, M.Si., selaku perwakilan dosen dari Prodi Akuntansi, bersama Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kelurahan Mulyaharja, Rosani Sutawijaya, serta Ketua UMKM Desa Wisata Mulyaharja. Dalam sambutannya, Drs. Iman menyampaikan bahwa keterampilan akuntansi dasar menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM agar dapat bersaing secara sehat dan profesional.
“Dengan pengelolaan keuangan yang tertib dan akuntabel, UMKM akan lebih siap menghadapi tantangan pasar dan menjalin kemitraan dengan lembaga pembiayaan,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku UMKM dengan antusiasme tinggi. Mereka merupakan penggerak ekonomi lokal yang tersebar di sektor kuliner, kerajinan, dan produk pertanian olahan. Pelatihan difokuskan untuk membekali peserta dengan kemampuan praktis dalam mencatat transaksi harian, mengelompokkan akun keuangan, hingga menyusun laporan keuangan sederhana yang sesuai dengan standar.
Materi utama disampaikan oleh Resti Jayeng Ramadhanti, S.E., M.S.Ak., dosen Prodi Akuntansi SV IPB. Resti Jayeng menekankan pentingnya pelaku UMKM memahami struktur dasar laporan keuangan agar bisa melihat performa usahanya secara menyeluruh.
“Dengan pemahaman akuntansi yang baik, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat serta meningkatkan kepercayaan mitra usaha maupun lembaga keuangan,” ungkap Resti.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga didampingi secara langsung oleh tim dosen untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan transaksi usaha masing-masing. Langkah ini dilakukan agar peserta bisa langsung mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh sesuai konteks bisnis mereka.

Untuk mengukur efektivitas pelatihan, peserta mengikuti pre-test dan post-test. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap struktur laporan keuangan, klasifikasi akun, serta kemampuan dalam mencatat transaksi secara sistematis. Selain itu, sesi diskusi juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam pencatatan keuangan selama ini.
Tim dosen juga mengidentifikasi bahwa banyak UMKM yang masih mencampur antara keuangan pribadi dan usaha, sehingga profitabilitas sulit dianalisis secara akurat. Melalui pelatihan ini, mereka didorong untuk mulai memisahkan pembukuan, menggunakan buku kas sederhana, dan menyusun laporan laba-rugi sebagai dasar evaluasi usaha.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan pelaku ekonomi akar rumput. Sekolah Vokasi IPB University secara aktif menjembatani ilmu terapan di bidang akuntansi dengan kebutuhan riil masyarakat. Pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya dalam pilar ekonomi inklusif.
Kegiatan ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan harapan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai teori, namun menjadi kebiasaan baru dalam pengelolaan keuangan usaha. Para peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi usaha mereka.

“Kami berharap peserta dapat menerapkan materi akuntansi secara rutin, minimal dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran harian secara tertib. Ini langkah awal untuk menjadi UMKM yang tangguh dan transparan,” pungkas Resti.
Sebagai desa wisata yang berkembang pesat di Kota Bogor, Mulyaharja memiliki potensi besar menjadi sentra ekonomi berbasis pariwisata dan produk lokal. Melalui pelatihan ini, SV IPB University tidak hanya mendorong keberlanjutan usaha UMKM secara individu, tetapi juga mendukung ekosistem wisata edukatif yang akuntabel dan profesional.
Program Studi Akuntansi, bersama prodi lainnya di SV IPB, akan terus memperkuat kontribusinya melalui kegiatan PPM berbasis solusi dan kebutuhan masyarakat, sejalan dengan misi IPB University dalam menciptakan inovasi untuk pembangunan berkelanjutan. (ASW)