
8 Desember 2025
Sekolah Vokasi IPB University menerima kunjungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh dalam agenda rapat tindak lanjut kerja sama Pemerintah Provinsi Aceh, Senin (8/12), yang berlangsung di Ruang Rapat Executive Lounge. Rapat ini dipimpin oleh Dekan Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Aceng Hidayat dengan fokus utama pada percepatan implementasi program pelatihan bahasa Jepang serta peluang penempatan kerja di Jepang bagi pemuda Aceh.
Dalam sambutannya, Dr. Aceng menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi di Provinsi Aceh dan mengapresiasi kehadiran tim BPSDM. Dr. Aceng menekankan pentingnya pelatihan bahasa Jepang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia, khususnya dalam menjawab kebutuhan pasar kerja global.
Menurutnya, kemampuan bahasa Jepang merupakan salah satu keterampilan kunci dalam penyiapan tenaga kerja untuk sektor internasional. Dr. Aceng juga menegaskan kesiapan Sekolah Vokasi IPB dalam mendukung pelatihan tersebut secara daring.
“Sekolah Vokasi IPB siap menyediakan pelatihan bahasa Jepang secara daring. Meskipun online, metode pembelajaran telah terbukti efektif dan mampu menghasilkan lulusan hingga level N4.” tegas Dr. Aceng Hidayat.
Perwakilan BPSDM Aceh, Eka Ratna Dewi, S.E., menjelaskan bahwa pada tahap awal, kuota peserta telah ditetapkan sebanyak 50 orang. BPSDM akan menyusun mekanisme seleksi serta segera menyampaikan perkembangan dokumen kerja sama, termasuk MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada pihak Sekolah Vokasi IPB University.
“Untuk tahap awal, kuota peserta kami tetapkan sebanyak 50 orang. Seluruh mekanisme seleksi akan disusun oleh BPSDM Aceh, dan progres MoU serta PKS segera kami sampaikan kepada Sekolah Vokasi IPB University,” ujar Eka Ratna.
Eka menambahkan bahwa surat pengantar resmi kepada Gubernur Aceh juga sedang dipersiapkan sebagai bagian dari proses legalitas dan administrasi formal kerja sama ini.

Dalam sesi diskusi teknis, peserta rapat meninjau kembali syarat dan ketentuan bagi calon peserta program. Salah satu aspek penting yang dibahas adalah terkait kondisi kesehatan peserta. Tatat Haryati dari Pengelola Pusat Pelatihan Bahasa Jepang menjelaskan bahwa kesehatan fisik merupakan kriteria utama karena berhubungan langsung dengan regulasi ketenagakerjaan di Jepang.
“Kondisi kesehatan menjadi aspek yang sangat penting karena merupakan salah satu syarat utama dari pihak penerima tenaga kerja di Jepang,” tegas Tatat Haryati.
Tatat Haryati menjelaskan bahwa peserta dengan riwayat Hepatitis B, TBC aktif, dan keberadaan tato tidak diperkenankan mengikuti program, sejalan dengan standar budaya dan medis di Jepang.
Diskusi berlangsung aktif dan produktif, dengan berbagai masukan teknis yang memperkuat kesiapan kedua belah pihak dalam mengimplementasikan program. Kegiatan ini dilanjutkan dengan survei lokasi sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja sama.

Kunjungan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan dosen Sekolah Vokasi IPB University, yaitu Dr. Aceng Hidayat, Dr. Ir. Anita Ristianingrum, M.Si., Dr. Aidil Azhar, S.P., M.Sc., Ratu Anna Nazla Laila, S.P., M.M., dan Tatat Haryati, M.Si. Sementara dari pihak BPSDM Aceh turut hadir Eka Ratna Dewi, S.E., Ade Irma, S.Pd.I., dan Devy Yunita, S.Psi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi penegasan atas komitmen bersama dalam menyukseskan program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aceh.
Pertemuan ini sekaligus memperkuat peran Sekolah Vokasi IPB University sebagai kampus pelopor inovasi untuk solusi berkelanjutan, khususnya dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan industri internasional dan pembangunan daerah berbasis potensi lokal. (ASW/MBP)