
Tokyo, 26 Juni. Delegasi IPB University mengunjungi Japan Welfare Education College (JWEC). Pertemuan difokuskan pada rencana kerja sama skema 2+2 dengan Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi. Dalam skema tersebut, mahasiswa akan menjalani dua tahun studi di IPB dan dua tahun di JWEC dengan dukungan beasiswa dari Tokyo Metropolitan Government.
Dr. Aceng menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah bentuk respons IPB University khsusunya Sekolah Vokasi terhadap kebutuhan nyata tenaga perawat lansia di Jepang. Ia menambahkan bahwa mobilitas mahasiswa lintas negara harus dimaknai sebagai bagian dari agenda globalisasi pendidikan vokasi yang relevan dan berdampak langsung terhadap keterserapan kerja lulusan.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan Sekolah Vokasi IPB tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kompetensi dan pengalaman internasional. Program ini merupakan salah satu bentuk konkret dari transformasi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia,” tegas Dr. Aceng.
Kunjungan ini menjadi penanda penting bagi penguatan peran Sekolah Vokasi IPB University sebagai institusi pendidikan vokasi bertaraf global. Dr. Aceng menegaskan bahwa kerja sama internasional harus terus dikembangkan, tidak hanya dalam bentuk pertukaran akademik, tetapi juga untuk menciptakan ruang karier lintas negara yang profesional bagi lulusan.
“Tantangan dunia kerja saat ini bersifat lintas batas, dan pendidikan vokasi harus meresponsnya dengan langkah-langkah strategis. Kerja sama seperti ini memperkuat posisi IPB sebagai institusi vokasi yang siap menjawab tuntutan global,” ujarnya.
Sementara itu, Bidang Kerjasama Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Aidil Azhar menambahkan bahwa langkah-langkah kerja sama yang dibangun kali ini bukan hanya inisiatif sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Sekolah Vokasi IPB dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan dunia industri global.
“Kami membangun sistem yang berkelanjutan, bukan hanya proyek jangka pendek. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem vokasi yang mampu menyiapkan lulusan yang adaptif, tersertifikasi, dan dibutuhkan oleh industri internasional,” ungkap Dr. Aidil.
Dengan berbagai kesepakatan strategis yang berhasil dirintis, Sekolah Vokasi IPB University menunjukkan posisinya sebagai kampus vokasional inovatif dan responsif terhadap dinamika global, sekaligus memperluas peluang mahasiswa untuk berkarya di tingkat internasional.
