
Bogor, 15 Juli 2026 — Sekolah Vokasi IPB University menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Audit Internal ISO SMOP 21001:2018 Terintegrasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Rabu (15/7). Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas implementasi sistem manajemen mutu, menyusun langkah strategis peningkatan kualitas pendidikan, serta memperkuat komitmen Sekolah Vokasi IPB dalam mewujudkan perbaikan berkelanjutan. Berbagai hasil evaluasi, temuan audit, dan rekomendasi perbaikan menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.
Rapat Tinjauan Manajemen merupakan bagian dari siklus implementasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) ISO 21001:2018 yang dilaksanakan setiap tahun setelah audit internal. Agenda utama rapat meliputi peninjauan capaian sasaran mutu, efektivitas proses akademik dan non-akademik, hasil survei kepuasan pemangku kepentingan, kecukupan sumber daya, analisis risiko, hingga tindak lanjut atas temuan audit sebelumnya. Hasil evaluasi tersebut menjadi landasan dalam menetapkan prioritas perbaikan agar penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Vokasi IPB terus berkembang sesuai standar mutu dan kebutuhan industri.
Hasil evaluasi yang diperoleh menjadi pijakan penting dalam pengembangan kebijakan akademik, termasuk penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan dinamika dunia kerja dan tantangan global. Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T., menegaskan bahwa peningkatan mutu harus diwujudkan melalui penguatan kompetensi lulusan secara menyeluruh.
“Melalui Rapat Tinjauan Manajemen yang dilaksanakan hari ini, kami berharap dapat menyusun rencana pengayaan kurikulum yang semakin adaptif terhadap perkembangan dunia kerja dan kebutuhan industri. Dengan demikian, kompetensi yang dikembangkan di Sekolah Vokasi IPB tidak hanya unggul pada aspek teknis, tetapi juga diperkuat melalui kompetensi pendukung, khususnya kemampuan berbahasa Indonesia yang baik serta penguasaan bahasa asing, termasuk kemampuan TOEFL, sehingga lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Aceng.
Pembahasan dalam RTM mencakup hasil audit internal, capaian sasaran mutu, evaluasi kepuasan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan pengguna lulusan, serta identifikasi peluang perbaikan pada aspek sumber daya manusia, sarana prasarana, sistem informasi, kurikulum, dan tata kelola organisasi. Rapat juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, seperti percepatan peningkatan kualifikasi dosen, penguatan sertifikasi kompetensi, modernisasi kurikulum yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), digitalisasi layanan akademik dan administrasi, optimalisasi tracer study, peningkatan fasilitas pembelajaran, serta penguatan internasionalisasi melalui peningkatan kompetensi bahasa asing dan perluasan kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri, dan mitra internasional.

Setiap rekomendasi yang dihasilkan dalam RTM diarahkan untuk ditindaklanjuti oleh unit terkait agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Dr. Veralianta Br. Sebayang, S.P., M.Si., menegaskan bahwa esensi Rapat Tinjauan Manajemen terletak pada implementasi perbaikan yang dilakukan setelah proses evaluasi.
“Harapan kami, Rapat Tinjauan Manajemen tidak hanya menjadi forum untuk menyampaikan temuan atau ketidaksesuaian hasil audit. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap temuan tersebut ditindaklanjuti secara nyata melalui implementasi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) ISO 21001:2018, sehingga mampu mendorong perbaikan berkelanjutan dan meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu di Sekolah Vokasi IPB,” ungkap Dr. Veralianta.
Implementasi rekomendasi hasil RTM diharapkan mampu memperkuat budaya mutu di seluruh unit kerja Sekolah Vokasi IPB. Evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan, disertai tindak lanjut yang terukur, akan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, memperkuat tata kelola institusi, serta menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
Rapat Tinjauan Manajemen diselenggarakan di Ruang Rapat Exlounge Sekolah Vokasi IPB University dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta perwakilan unit kerja terkait. Kegiatan diawali dengan sambutan pimpinan, arahan dari Kepala Kantor Manajemen Mutu IPB, pemaparan laporan hasil audit internal, diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut, sharing session, hingga penutupan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan sistem manajemen mutu yang efektif dan berkelanjutan (NAD).