
Sukabumi–Bogor, 4 Agustus 2026 – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Vokasi IPB University kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan vokasi yang unggul, profesional, dan berdaya saing melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi pada dua program studi strategis. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, LSP Vokasi IPB melaksanakan Uji Kompetensi Skema Okupasi Pengawas Benih Tanaman Madya bagi mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Benih Sekolah Vokasi IPB University. Kegiatan yang berlangsung di lahan persawahan dan Laboratorium Kultur Jaringan Kampus IPB Sukabumi tersebut diikuti oleh 20 orang asesi, dengan proses asesmen yang dilaksanakan oleh 4 orang asesor kompetensi serta didukung oleh panitia LSP Vokasi IPB. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua LSP Vokasi IPB, Uding Sastrawan, S.P., M.Si., dan Ketua Program Studi Teknologi Industri Benih, Dr. Aldi Kamal Wijaya, S.P., M.P., M.Sc.Tech.
Dalam sambutannya, Ketua LSP Vokasi IPB, Uding Sastrawan, S.P., M.Si., menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian integral dari upaya peningkatan mutu lulusan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
“Sertifikasi kompetensi bukan sekadar proses penilaian, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas kemampuan mahasiswa sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi akan memiliki nilai tambah, kredibilitas yang lebih tinggi, serta daya saing yang semakin kuat di dunia usaha dan dunia industri. Melalui kegiatan ini, LSP Vokasi IPB berkomitmen memastikan setiap lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga diakui kompetensinya secara profesional,” ujar Uding Sastrawan.

Ketua Program Studi Teknologi Industri Benih, Dr. Aldi Kamal Wijaya, S.P., M.P., M.Sc.Tech., menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara program studi dan LSP Vokasi IPB dalam memfasilitasi mahasiswa memperoleh pengakuan kompetensi sebelum lulus. Menurutnya, pelaksanaan asesmen di lahan praktik dan laboratorium memberikan pengalaman yang sangat relevan dengan kondisi kerja sesungguhnya.
“Mahasiswa tidak hanya diuji dari aspek pengetahuan, tetapi juga kemampuan teknis, ketelitian, pengambilan keputusan, serta sikap kerja profesional di lapangan. Kami berharap sertifikasi ini menjadi bekal penting bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengembangan karier di sektor perbenihan nasional,” ungkap Dr. Aldi.
Rangkaian sertifikasi tersebut melengkapi pelaksanaan uji kompetensi yang telah diselenggarakan tiga hari sebelumnya, yakni pada Sabtu, 1 Agustus 2026, untuk Skema Penyelia Jasa Pengujian Laboratorium bagi mahasiswa Program Studi Analisis Kimia Sekolah Vokasi IPB University. Sertifikasi dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Gedung Teaching Industry Sekolah Vokasi IPB Kampus IPB Cilibende, yang telah memenuhi persyaratan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) dengan dukungan fasilitas laboratorium, instrumen, dan peralatan pengujian yang lengkap sesuai standar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para asesor kompetensi serta Ketua Program Studi Analisis Kimia, Dr. Farida Laila, S.Si., M.Si., yang menyampaikan bahwa keberadaan laboratorium berstandar industri menjadi faktor penting dalam menjamin objektivitas dan kualitas asesmen.
“Sertifikasi kompetensi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membuktikan bahwa keterampilan yang mereka peroleh selama perkuliahan telah memenuhi standar profesi. Hal ini menjadi bekal yang sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan dunia kerja terhadap lulusan kami,” jelas Dr. Farida.

Melalui penyelenggaraan sertifikasi kompetensi yang berkelanjutan, LSP Vokasi IPB bersama seluruh program studi di lingkungan Sekolah Vokasi IPB University terus memperkuat implementasi pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri dan kebijakan nasional di bidang pengembangan sumber daya manusia. Sinergi antara program studi, asesor kompetensi, dan fasilitas Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang representatif diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi secara nasional. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Sekolah Vokasi IPB University dalam mencetak tenaga profesional yang siap berkontribusi bagi kemajuan sektor pertanian, laboratorium pengujian, dan berbagai bidang industri berbasis ilmu terapan (US & NAD).