MULYAVERSE Antar Sekolah Vokasi IPB University Raih Juara 1 Bogor Innovation Award 2026, Dorong Transformasi Digital Desa Wisata

Bogor, 9 September 2026 — Tim inovator Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TPL), Sekolah Vokasi IPB University, berhasil meraih Juara 1 Bogor Innovation Award (BIA) 2026 kategori Perguruan Tinggi/Lembaga/Pelaku Usaha melalui inovasi MULYAVERSE (Mulyaharja Metaverse Smart Tourism Ecosystem). Inovasi tersebut menghadirkan ekosistem desa wisata digital berbasis website, Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR) yang dikembangkan untuk memperkenalkan potensi Desa Wisata Mulyaharja sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Penghargaan tersebut diterima pada Malam Penghargaan Bogor Innovation Award 2026, Rabu, 9 September 2026, yang turut dihadiri Wali Kota Bogor Dr. Dedie A. Rachim beserta jajaran Pemerintah Kota Bogor.

Capaian tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya Sekolah Vokasi IPB University dalam mengembangkan inovasi teknologi yang tidak hanya berorientasi pada produk digital, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. MULYAVERSE dikembangkan sebagai solusi atas kebutuhan Desa Wisata Mulyaharja dalam memperkuat promosi, akses informasi, partisipasi masyarakat, serta pemasaran produk lokal melalui ekosistem digital yang terpadu. Melalui pendekatan tersebut, teknologi diharapkan dapat menjadi sarana untuk menghubungkan potensi wisata, UMKM, pendidikan, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.

Ketua tim sekaligus inovator MULYAVERSE, Dr. Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom., bersama tim melihat bahwa potensi Desa Wisata Mulyaharja memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui transformasi digital. Desa tersebut memiliki kekuatan pada sektor agrowisata, pertanian organik, UMKM, budaya lokal, dan edukasi lingkungan, tetapi sebelumnya belum didukung oleh ekosistem digital yang terpadu. Kondisi tersebut mendorong tim untuk menghadirkan platform yang tidak sekadar menjadi media promosi, tetapi juga mampu menghubungkan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan desa wisata.

“MULYAVERSE dikembangkan bukan sekadar sebagai website promosi, tetapi sebagai ekosistem smart tourism yang menghubungkan wisatawan, masyarakat, pelaku UMKM, akademisi, pemerintah, hingga dunia usaha. Kami ingin teknologi yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus membuka peluang bagi potensi lokal untuk berkembang lebih luas,” ujar Dr. Medhanita.

MULYAVERSE menghadirkan berbagai fitur digital dalam satu ekosistem untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih interaktif dan informatif. Platform tersebut mencakup portal informasi wisata, Virtual Tour 360°, Augmented Reality, galeri digital, forum partisipasi masyarakat, serta media edukasi dan literasi digital. Melalui Virtual Tour 360°, calon wisatawan dapat menjelajahi Desa Wisata Mulyaharja secara virtual sebelum melakukan kunjungan secara langsung, sedangkan teknologi AR memungkinkan pengguna memperoleh informasi interaktif mengenai objek wisata, budaya, dan produk lokal melalui perangkat mobile.

Pengembangan MULYAVERSE dilakukan secara bertahap sejak 2024 dengan diawali observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat. Pada tahap awal, tim membangun website Desa Wisata Mulyaharja sekaligus memberikan pelatihan kepada pengelola untuk mengelola platform tersebut. Pengembangan kemudian dilanjutkan pada 2025 melalui penerapan Virtual Tour 360° dan Augmented Reality, integrasi sistem, uji coba, pelatihan, monitoring, serta evaluasi.

Proses pengembangan MULYAVERSE juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam inovasi. Pengelola wisata, pelaku UMKM, kelompok masyarakat, dan generasi muda dilibatkan dalam identifikasi kebutuhan, pengembangan konten, implementasi, pelatihan, hingga evaluasi. Pendekatan community-driven innovation tersebut dilakukan agar teknologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Tim MULYAVERSE juga memperkuat pengembangan inovasi melalui model kolaborasi Pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, komunitas masyarakat, dan media. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi agar inovasi dapat terus berkembang setelah program pengembangan selesai. Dengan keterlibatan berbagai pihak, MULYAVERSE diarahkan untuk menjadi bagian dari proses transformasi digital masyarakat, bukan hanya sebuah produk teknologi yang digunakan dalam jangka pendek.

“Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam pengembangan MULYAVERSE. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna akhir, tetapi ikut menentukan kebutuhan, konten, implementasi, dan evaluasi sehingga teknologi yang dihasilkan dapat benar-benar memberikan manfaat dan memiliki keberlanjutan,” ujar Aditya Wicaksono selaku Tim MULYAVERSE.

Dari sisi ekonomi, MULYAVERSE diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi penguatan potensi lokal. Platform digital tersebut menyediakan etalase promosi yang dapat diakses kapan saja sehingga produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selain promosi produk, pengembangan ekosistem digital juga membuka peluang usaha baru, antara lain pada bidang konten digital, fotografi dan videografi wisata, pemandu wisata digital, serta pengembangan paket wisata edukasi berbasis VR dan AR.

Hasil pengembangan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat menghubungkan sektor pariwisata, UMKM, pendidikan, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi berbasis teknologi. Dampak inovasi tidak hanya dilihat dari penggunaan platform digital, tetapi juga dari potensinya dalam mendorong kemandirian masyarakat dan pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Raihan Juara 1 Bogor Innovation Award 2026 menjadi capaian sekaligus momentum bagi tim untuk melanjutkan pengembangan MULYAVERSE ke tahap yang lebih luas.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan MULYAVERSE agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Kedepannya, kami berharap teknologi seperti website, Virtual Reality, Augmented Reality, dan Artificial Intelligence dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi instrumen untuk memperkuat potensi desa, kapasitas digital masyarakat, serta ekonomi lokal,” ujar Amata Fami selaku tim MULYAVERSE.

Melalui MULYAVERSE, Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Sekolah Vokasi IPB University menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan website, Virtual Reality, Augmented Reality, dan pengembangan teknologi Artificial Intelligence ke depan diarahkan untuk memperkenalkan potensi desa, meningkatkan kapasitas digital masyarakat, memperkuat UMKM, serta mendukung pembangunan ekosistem pariwisata Kota Bogor yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan.

Capaian Juara 1 Bogor Innovation Award 2026 sekaligus menjadi penanda bahwa transformasi digital desa dapat dimulai dari potensi lokal dan dikembangkan bersama masyarakat. Dari Desa Wisata Mulyaharja, MULYAVERSE membawa gagasan bahwa teknologi dapat digunakan untuk membuat potensi lokal semakin dikenal, meningkatkan keberdayaan masyarakat, dan memperluas jangkauan desa wisata. Inovasi ini diharapkan terus berkembang dan menjadi salah satu contoh kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong transformasi digital serta pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan (MDR & NAD).

Tim MULYAVERSE:
Dr. Medhanita Dewi Renanti, S.Kom., M.Kom. sebagai inovator sekaligus ketua tim; Muhammad Nasir, S.T., M.Kom.; Aditya Wicaksono, S.Kom., M.Kom.; Amata Fami, M.Ds.; Nur Aziezah, S.Si., M.Si.; Dra. Irma RG Barus, Dip.TEFL, MA; dan Dr. Sofiyanti Indriasari, S.Kom., M.Kom.

Alamat & Kontak

KAMPUS BOGOR – Jl. Raya Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat 16128

KAMPUS SUKABUMI – Jl. Sarasa No. 45, Babakan, Kec. Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43142

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare