Pelatihan Asesmen Calon Asesor (ACA) Kompetensi Batch 4 Jadi Langkah Penguatan Mutu Sertifikasi Kompetensi di Sekolah Vokasi IPB
BPHSVIPB
Berita SV IPB
berita sv, bnsp, LSP Sekolah Vokasi IPB, sekolah vokasi ipb, sertifikasi kompetensi
Bogor, 6 April 2026 – Sekolah Vokasi IPB University melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Sekolah Vokasi IPB University menyelenggarakan Pelatihan Asesmen Calon Asesor (ACA) Kompetensi Batch 4, di Gedung Delta Sekolah Vokasi IPB. Kegiatan ini diikuti para calon dosen asesor kompetensi sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung pelaksanaan sertifikasi kompetensi di lingkungan Sekolah Vokasi IPB University.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan asesor internal yang memiliki pemahaman menyeluruh mengenai proses asesmen kompetensi dan metodologi, mulai dari aspek regulasi, persyaratan administrasi, hak dan kewajiban asesor, hingga prosedur pelaksanaan asesmen sesuai standar yang berlaku. Kehadiran para master asesor juga memberikan pendampingan langsung kepada peserta agar seluruh tahapan pelatihan dapat dipahami secara komprehensif.
Dalam arahannya kepada peserta, Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Aceng Hidayat menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari penguatan kualitas lulusan pendidikan vokasi.
“Sertifikat kompetensi menjadi nilai tambah penting bagi lulusan Sekolah Vokasi IPB University karena mencerminkan capaian kemampuan yang terukur sesuai bidang keahlian masing-masing. Keberadaan sertifikasi tersebut juga memperkuat kesiapan lulusan dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujar Dr. Aceng.
Penguatan dan penambahan jumlah asesor kompetensi juga dinilai menjadi kebutuhan penting agar proses sertifikasi dapat berjalan semakin baik dan efektif di seluruh program studi Sekolah Vokasi IPB.
“Penguatan dan penambahan jumlah asesor kompetensi perlu terus dilakukan agar proses sertifikasi dapat berlangsung lebih luas, efektif, dan menjangkau seluruh mahasiswa sesuai kebutuhan program studi. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir asesor-asesor yang berkualitas sehingga pelaksanaan sertifikasi kompetensi di lingkungan Sekolah Vokasi IPB University semakin kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ketua LSP Sekolah Vokasi IPB, Uding Sastrawan menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan Sekolah Vokasi IPB serta melibatkan berbagai unsur yang berperan dalam penyelenggaraan pelatihan.
“Terima kasih kepada Dekan dan seluruh pimpinan Sekolah Vokasi IPB University atas dukungan terhadap pelaksanaan Pelatihan Asesor Kompetensi ini, sehingga kegiatan dapat diselenggarakan di lingkungan kampus bagi para calon dosen asesor. Apresiasi juga disampaikan kepada para master asesor, calon asesor, serta panitia yang telah berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan,” ujar Uding Sastrawan.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik sehingga nantinya lahir asesor-asesor yang kredibel, profesional, dan mampu melewati tahap ujian di akhir. Sehingga nantinya lahir asesor-asesor yang kredibel, profesional dan mampu mendukung penguatan mutu sertifikasi kompetensi di lingkungan Sekolah Vokasi IPB University,” tambahnya.
Sebanyak 24 dosen mengikuti pelatihan asesor kompetensi ini sebagai peserta calon asesor yang dipersiapkan untuk memperkuat kapasitas internal Sekolah Vokasi IPB University dalam pelaksanaan uji kompetensi mahasiswa. Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan terkait prinsip asesmen, penyusunan perangkat asesmen, teknik observasi, hingga mekanisme pengambilan keputusan asesmen sesuai standar sertifikasi kompetensi.
Penambahan jumlah asesor kompetensi diharapkan dapat memperluas cakupan pelaksanaan sertifikasi di lingkungan Sekolah Vokasi IPB University sehingga proses asesmen berlangsung lebih efektif, terjadwal, dan menjangkau lebih banyak mahasiswa dari berbagai program studi. Penguatan kapasitas asesor melalui pelatihan ini juga menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas sertifikasi kompetensi agar lulusan memiliki pengakuan keahlian yang semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi penyampaian materi, diskusi, pendalaman dokumen asesmen, serta simulasi (role play) proses asesmen yang dipandu langsung oleh master asesor sebagai bagian dari tahapan pembelajaran selama pelatihan (NAD).