Perluas Pilihan Kompetensi Lulusan, LSP Vokasi IPB Laksanakan Full Witness untuk Ajukan 8 Skema Sertifikasi Baru
Humas SV IPB
Berita SV IPB
berita sv, LSP Sekolah Vokasi IPB, sekolah vokasi ipb
Bogor, 03 Oktober 2026 – Sekolah Vokasi IPB University melalui LSP Vokasi IPB melaksanakan Penyaksian Uji (Full Witness) terhadap delapan skema sertifikasi dalam rangka Penambahan Ruang Lingkup (PRL) di Gedung Delta Sekolah Vokasi IPB University (03/10). Penambahan skema sertifikasi menjadi langkah untuk memperluas pilihan pengakuan kompetensi bagi mahasiswa sekaligus memperkuat layanan sertifikasi profesi bagi lulusan Sekolah Vokasi IPB University. Delapan skema tersebut mencakup bidang yang dekat dengan kebutuhan kompetensi vokasi, mulai dari teknologi, jasa boga, fotografi, konten digital, pariwisata, hingga keselamatan kerja dan penyembelihan hewan.
Penguatan ruang lingkup sertifikasi memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa untuk memilih skema yang sesuai dengan bidang kompetensi dan minat. Pilihan sertifikasi yang semakin beragam juga dapat mendukung penguatan profil lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan praktik, tetapi juga memperoleh pengakuan kompetensi melalui sertifikasi profesi. Pengembangan layanan LSP Vokasi IPB menjadi bagian dari upaya Sekolah Vokasi IPB University dalam meningkatkan kualitas dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
Delapan skema yang menjalani Full Witness meliputi Supervisi K3 Laboratorium, Perekayasaan Perangkat Internet of Things, Head Chef Jasa Boga, Service Supervisor Jasa Boga, Kualifikasi 5 Bidang Fotografi, Produksi Konten Digital, Pramuwisata Utama, serta Juru Sembelih Hewan. Keberagaman skema tersebut memperlihatkan cakupan kompetensi yang dapat dikembangkan melalui layanan sertifikasi profesi di lingkungan Sekolah Vokasi IPB University. Pelaksanaan Full Witness juga menjadi proses untuk memastikan setiap skema yang diajukan telah sesuai dengan standar dan ketentuan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Wakil Ketua LSP Vokasi IPB, Drs. Iman Firmansyah, M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan Full Witness tahap kedua ini menjadi bagian dari proses memperkuat ruang lingkup sertifikasi LSP Vokasi IPB. Tahap pertama telah dilaksanakan sekitar dua bulan sebelumnya dengan 11 skema. Penambahan delapan skema pada tahap kedua berpotensi memperluas jumlah ruang lingkup sertifikasi LSP Vokasi IPB menjadi kurang lebih 38 skema.
“Delapan skema ini bukan hanya penambahan jumlah skema, tetapi juga memperkuat posisi LSP Vokasi IPB dalam memberikan pelayanan sertifikasi profesi untuk mahasiswa SV IPB. Semakin banyak pilihan skema yang tersedia, semakin besar kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi sesuai dengan kompetensi dan bidang yang diminati. Mudah-mudahan kegiatan Full Witness ini berjalan lancar dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” ujar Drs. Iman.
Pelaksanaan Full Witness dilakukan untuk mengukur kesesuaian pelaksanaan skema dengan standar yang berlaku dan peraturan BNSP. Ketua Asesor Kepala BNSP, Muhammad Fendi Putranta, menyampaikan bahwa proses tersebut menjadi bagian dari pengukuran terhadap kesesuaian pelaksanaan skema sertifikasi dengan standar yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi kemudian menjadi bagian dari rekomendasi dalam proses Penambahan Ruang Lingkup.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne IPB, sambutan Wakil Ketua LSP Vokasi IPB, foto bersama, sambutan dan arahan Master Lead Asesor BNSP, pelaksanaan Full Witness, diskusi, serta pembacaan hasil rekomendasi. Rangkaian kegiatan ditutup setelah seluruh proses penyaksian dan pembahasan rekomendasi selesai dilaksanakan.
“Kegiatan ini untuk mengukur apakah skema yang dilaksanakan sudah sesuai dengan standar, mengacu pada peraturan dari BNSP,” ujar Muhammad Fendi.
Hasil Full Witness delapan skema diharapkan dapat mendukung proses Penambahan Ruang Lingkup LSP Vokasi IPB sekaligus memperluas pilihan sertifikasi profesi bagi mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University. Ketersediaan pilihan skema yang semakin beragam diharapkan dapat membantu mahasiswa mempersiapkan kompetensi yang relevan dengan bidang yang diminati sebelum memasuki dunia profesional. Penguatan layanan sertifikasi juga diharapkan semakin mendukung terwujudnya lulusan Sekolah Vokasi IPB University yang memiliki kompetensi dan pengakuan profesi sesuai bidang keahlian (NAD).