Sekolah Vokasi IPB Evaluasi Program PPM 2026 di Mulyaharja, Perkuat Transfer Teknologi dan Keberlanjutan Pendampingan Masyarakat

Bogor, 27 November 2026 – Sekolah Vokasi IPB University melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Terpusat dan Terpadu Tahun 2026 di Saung AEWO Mulyaharja, Bogor Selatan, Selasa (27/10). Kegiatan ini mengevaluasi perkembangan program pengabdian yang dilaksanakan oleh 17 program studi Sekolah Vokasi IPB sekaligus mengukur capaian, transfer teknologi, dan manfaat inovasi yang telah dirasakan masyarakat Kelurahan Mulyaharja.

Program PPM yang telah berjalan selama tiga tahun ini merupakan bentuk kontribusi Sekolah Vokasi IPB dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan vokasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Monitoring dan evaluasi bertujuan mengetahui kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memastikan hasil kegiatan memberikan dampak nyata bagi mitra. Keberlanjutan pendampingan juga menjadi perhatian agar pengetahuan dan inovasi yang telah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T., menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi keilmuan dan keterampilan vokasi. Transfer teknologi dan pengetahuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi masyarakat. Kolaborasi lintas program studi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian dan resiliensi masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk kontribusi nyata Sekolah Vokasi IPB dalam mentransfer teknologi, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki kepada masyarakat. Melalui kolaborasi 17 program studi, diharapkan terbentuk ekosistem pemberdayaan masyarakat yang mampu mendorong resiliensi dan kemandirian. Inovasi yang dikembangkan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Ir. Aceng Hidayat, M.T.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Rina Martini, M.Si., turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua PPM, tim pelaksana, PIC program studi, serta seluruh dosen yang terlibat. Monitoring dan evaluasi tidak hanya berfokus pada keberlangsungan kegiatan, tetapi juga hubungan antara aktivitas, hasil, dan manfaat yang diterima mitra. Program pengabdian diharapkan mampu menghasilkan solusi yang relevan melalui pelatihan, penerapan inovasi, dan pendampingan berkelanjutan.

“Program pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar menjalankan kegiatan atau mentransfer pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi sesuai kebutuhan mitra. Melalui pelatihan, pendampingan, dan penerapan inovasi, perlu dipastikan bahwa setiap program memberikan hasil serta manfaat nyata bagi masyarakat. Keberlanjutan pendampingan menjadi hal penting agar pengetahuan, teknologi, dan praktik baik yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan meskipun program telah selesai,” ujar Dr. Ir. Rina Martini, M.Si.

Apresiasi terhadap pelaksanaan program juga disampaikan Kepala Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Mulyaharja, Rosani. Berbagai kegiatan pengabdian dari 17 program studi Sekolah Vokasi IPB dinilai telah memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat. Dukungan pemerintah kelurahan menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendorong pengembangan potensi wilayah dan peningkatan kapasitas masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh dosen serta 17 program studi Sekolah Vokasi IPB yang telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Mulyaharja. Berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan telah memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, ilmu, tenaga, dan pemikiran yang telah diberikan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi wilayah serta meningkatkan kemandirian,” ungkap Rosani.

Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan berbagai capaian program pada empat aspek utama, yaitu produksi, pengolahan, hilirisasi, dan kesehatan. Pada aspek produksi, kegiatan meliputi pengembangan benih varietas unggul, pemanfaatan biochar sebagai pembenah tanah, pengembangan aplikasi pertanian, budidaya maggot, serta peningkatan kapasitas peternak melalui penanaman hijauan pakan ternak dan pembuatan silase. Pada aspek pengolahan, program mencakup penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengembangan produk olahan cabai, serta inovasi pengelolaan sampah melalui komposter.

Pada aspek hilirisasi, pendampingan diarahkan pada penguatan UMKM melalui sertifikasi halal dan P-IRT, standardisasi produk, pemasaran digital, pengembangan identitas merek, hingga pelatihan pengelolaan keuangan. Salah satu capaian terlihat dari pendampingan sekitar 30 UMKM di Mulyaharja, dengan enam sertifikat halal telah terbit dan dua lainnya masih dalam tahap persiapan dokumen. Sementara itu, aspek kesehatan mencakup edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan pemahaman gizi masyarakat, pengolahan bahan pangan untuk pemberian makanan tambahan (PMT), pendampingan pengelolaan sampah, serta pengembangan suplemen herbal untuk ternak.

Setiap program turut dievaluasi berdasarkan perkembangan kegiatan, capaian luaran, serapan anggaran, kendala pelaksanaan, serta potensi pengembangan. Sejumlah luaran berupa publikasi media, artikel jurnal, modul pelatihan, dan produk inovasi masih dalam proses penyelesaian. Reviewer memberikan masukan terkait penguatan kapasitas mitra, pengembangan produk unggulan, peningkatan keterampilan masyarakat, serta pentingnya pendampingan agar hasil program dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.

Ketua PPM Sekolah Vokasi IPB, Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk melihat dampak program yang telah disusun dan dilaksanakan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan perkembangan setiap kegiatan sesuai dengan target serta mengidentifikasi tindak lanjut yang diperlukan. Hasil evaluasi juga menjadi bahan penguatan program sebelum memasuki tahap diseminasi inovasi.

“Monitoring dan evaluasi ini menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana program telah berjalan serta mengukur dampak dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dalam monitoring ini dilibatkan reviewer internal (dari pihak SV IPB) dan juga eksternal (dari pihak Kelurahan Mulyaharja). Capaian setiap program perlu terus dipantau sebagai bagian dari proses penguatan dan keberlanjutan pendampingan. Selanjutnya, hasil inovasi yang dikembangkan akan didiseminasikan melalui pameran dan lokakarya di Balai Kota Bogor dengan melibatkan masyarakat penerima manfaat sehingga inovasi tersebut dapat diketahui dan dikembangkan lebih luas,” jelas Dr. Doni Sahat Tua Manalu, S.E., M.Si.

Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan melalui presentasi capaian program oleh 17 PIC program studi, peninjauan perkembangan kegiatan, serta pemberian masukan dari reviewer. Rangkaian evaluasi akan dilanjutkan secara daring untuk memantau perkembangan program hingga penyelesaian luaran/output dari masing-masing program studi.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi IPB berharap program PPM tidak berhenti pada penyelesaian kegiatan, tetapi mampu membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat melalui transfer teknologi, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan. Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat di Kelurahan Mulyaharja diharapkan dapat meningkatkan resiliensi, kemandirian, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan (NAD).

Alamat & Kontak

KAMPUS BOGOR – Jl. Raya Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat 16128

KAMPUS SUKABUMI – Jl. Sarasa No. 45, Babakan, Kec. Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat 43142

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
Click outside to hide the comparison bar
Compare